10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini

Kebumen, NU Online
Sekitar 10 ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah akan menggelar Istighotsah dan Apel Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara, Sabtu-Ahad (15-16/4) di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Panitia penyelenggara mengatakan, kader-kader NU di Jawa Tengah dipandang perlu untuk mempertegas komitmen tersebut demi keutuhan NKRI dan siap berada di garda terdepan jika NKRI ini mendapat gangguan dari sejumlah pihak yang cenderung anti Pancasila dan NKRI.
“Selama ini kami mungkin terlihat diam, namun kali ini kami akan buktikan bahwa kami selalu bergerak  demi agama bangsa dan negera, kami akan tunjukan bahwa NU tidak akan tinggal diam demi NKRI ini,” kata  M. Muzammil Ketua Panitia Istighosah dan Apel Akbar PWNU Jawa Tengah, di Purwokerto, Kamis (13/4).
Ia mengatakan, gerakan terorisme oleh kelompok-kelompok radikalisme berbaju agama yang anti NKRI dan Pancasila di sejumlah daerah termasuk yang terbaru di Polres Banyumas yang menyerang tiga orang polisi, sudah sangat mengkhawatirkan.
“Oleh karna itu sudah saatnya kami harus bersikap tegas dan meminta pemerintah juga demikian terhadap kelompok radikalis tersebut termasuk kepada Ormas-ormas yang jelas jelas anti NKRI dan Pancasila,” kata Muzammil.
Ia menyatakan, acara apel akbar kader NU se-Jawa Tengah itu diadakan secara spontanitas melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini. “Acara akan kita awali dengan doa bersama pada Sabtu malam di tepi Pantai Petanahan dan Ahad paginya kita akan Apel Kesetiaan para kader,” kata Muzammil yang juga salah satu Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.
Segenap Panitia meminta doa restu kepada seluruh Kiai NU di Jawa Tengah umumnya dan di Kabupaten Kebumen khususnya atas acara yang cukup mendadak tersebut. “Jadi mohon doa restu dan mohon maaf kalau acara ini mengejutkan terutama bagi warga di Kabupaten Kebumen,” terang Muzammil yang juga mengundang Pangdam IV Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah.
“Sejumlah perwakilan kader  luar Jawa Tengah juga akan hadir sebagai undangan khusus seperti dari Yogyakarta, Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sumsel, Lampung dan sejumlah wilayah lain,” katanya.
Sekretaris Panitia Kholison Syafii, pada kesempatan yang sama mengatakan, meminta kepada seluruh Kader NU di Jawa Tengah untuk hadir pada acara tersebut. “Ini instruksi kepada seluruh kader di Jawa Tengah untuk segera mempersiapkan diri hadir pada acara tersebut. Ini sangat penting untuk keutuhan bangsa dan negara kita,” kata Kholison.
Ia mengatakan, selain puluhan ribu Kader Penggerak NU yang diwajibkan hadir pada acara tersebut, para Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU (PCNU) se Jawa Tengah, ketua-ketua Lembaga dan Ketua Banom PWNU Jateng juga diminta untuk hadir.
Pemilihan tempat di Kabupaten Kebumen menurutnya karena pertimbangan strategis dan lokasi yang dipandang mampu untuk menampung kader dalam jumlah banyak, pantai adalah pilihan tepat sebab mengandung makna filosofi yang dalam,Tanah Air kita.
Sementara itu, Gus Hasan, Ketua PCNU Kabupaten Banyumas mengatakan siap untuk mengirimkan seluruh Kader Penggeraknya ke Kebumen .”Tidak ada kata lain kecuali siap menjalankan tugas sebagai kader. Kami dari Banyumas sudah berikrar untuk mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan,” kata Gus Hasan. (Red: Fathoni)
http://www.nu.or.id/post/read/76982/10000-nahdliyin-se-jateng-bakal-banjiri-apel-akbar-di-kebumen-pekan-ini

Author: RMI Jateng

Rabithah al-Ma'ahid al-lslamiyyah (RMI) adalah lembaga NahdIatuI Ulama dengan basis utama pondok pesantren yang mencapai + 14.000 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah santri rata-rata 7.000.000 jiwa. Lembaga ini lahir sejak 20 Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Ma'ahid al-lslamiyah yang dibidani oleh KH. Achmad Syaichu dan KH. Idham Kholid. Anggaran Rumah Tangga NahdIatuI Ulama 2010 Bab V Pasal 18 huruf c menyebutkan bahwa Rabithah Ma'ahid lslamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan NahdIatuI Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Di sinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk negeri. Rabithah Ma'ahid Islamiyah NahdIatuI Ulama, berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu dan pengembangan masyarakat. Di dalam pondok pesantren pendidikan yang didapatkan bukan sebatas teori, namun juga praktik beragama. Pesantren merupakan tempat penanaman nilai-nilai moral yang mampu membentuk jatidiri manusia yang berbudi luhur, Pondok pesantren merupakan wadah para santri menimba ilmu pengetahuan (keagamaan) setiap hari selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan kyai. Prinsip-prinsip dasar yang ditanamkan dalam dunia pesantren adalah tathawwur-tajarrudi (berkembang secara gradual), tawasuth (moderat), tawazun (harmonis-seimbang), i'tidal (lurus) dan tasamuh (toleran) dengan berpijak pada nilai-nilai permusyawaratan dan keadilan dalam orientasi kemaslahatan umum. Setiap pesantren memiliki karakteristik tersendiri, walau unsur-unsurnya sama. Keragaman karakteristik ini merupakan kekuatan dan sekaligus keunikan. Unsur-unsur dasar yang membentuk lembaga pondok pesantren adalah kiai, masjid, asrama, santri dan kitab kuning. Kiai menempati posisi sentral dalam lingkungan pesantren, karena ia bisa sebagai pemilik, pengelola, dan pengajar, serta imam pada acara-acara keagamaan yang diselenggarakan. Unsur lainnya (masjid, asrama, santri dan kitab kuning) bersifat subsider, di bawah kendali kiai. Dengan unsur-unsur yang dimilikinya, pondok pesantren telah menjadi pusat pembelajaran (training centre) dan pusat kebudayaan (cultural centre).

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *