IPMAFA Ajak Santri Aktif di Gerakan Antikekerasan

Pati, NU Online
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) bekerja sama dengan Pusat Studi Peace Promotion mengadakan Gebyar Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat  dengan acara Pelatihan Perdamaian bertemakan “Gerakan Pesantren Antikekerasan”.

Acara yang bertempat di auditorium Ipmafa, Jumat (31/3), ini dihadiri Dekan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Sri Naharin, Direktur Pusat Studi Peace Promotion Kamilia Hamidah, serta sekitar 35 santri dari 18 pesantren se-Kecamatan Margoyoso.

“Kekerasan tanpa kita sadari ada disekitar kita, sehingga penting bagi kita untuk mengelola emosi,” kata Sri Naharin.

Menurutnya, orang yg tergerak untuk peduli dengan hal seperti ini biasanya adalah orang yang setiap harinya itu sudah terdidik untuk ikhlas, yakni santri. Sehingga pelatihan tersebut ia nilai penting dilaksanakan untuk menumbuhkan kepedulian santri dalam melawan kekerasan.  “Menumbuhkan agen-agen yang tergerak untuk melawan kekerasan,” tuturnya.

Selama pelatihan berlangsung peserta diberi pendidikan nilai dasar perdamaian. Antusiasme peserta terlihat dari semangatnya dalam mengikuti pelatihan.

“Pada pelatihan ini kami sampaikan 12 nilai perdamain yang kami kemas dengan model pembelajaran interaktif. Harapannya nanti peserta yang telah mengikuti pelatihan dapat menjalin hubungan damai baik dengan diri sendiri maupun orang lain, telebih dapat meminimalisir gesekan yang menimbulkan tindak kekerasan,” ujar Maya Kholida, salah satu dari 8 pelatih Peace Promotion.  (Khoirun Niam/Mahbib)

http://www.nu.or.id/post/read/76624/ipmafa-ajak-santri-aktif-di-gerakan-antikekerasan

Author: RMI Jateng

Rabithah al-Ma'ahid al-lslamiyyah (RMI) adalah lembaga NahdIatuI Ulama dengan basis utama pondok pesantren yang mencapai + 14.000 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah santri rata-rata 7.000.000 jiwa. Lembaga ini lahir sejak 20 Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Ma'ahid al-lslamiyah yang dibidani oleh KH. Achmad Syaichu dan KH. Idham Kholid. Anggaran Rumah Tangga NahdIatuI Ulama 2010 Bab V Pasal 18 huruf c menyebutkan bahwa Rabithah Ma'ahid lslamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan NahdIatuI Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Di sinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk negeri. Rabithah Ma'ahid Islamiyah NahdIatuI Ulama, berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu dan pengembangan masyarakat. Di dalam pondok pesantren pendidikan yang didapatkan bukan sebatas teori, namun juga praktik beragama. Pesantren merupakan tempat penanaman nilai-nilai moral yang mampu membentuk jatidiri manusia yang berbudi luhur, Pondok pesantren merupakan wadah para santri menimba ilmu pengetahuan (keagamaan) setiap hari selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan kyai. Prinsip-prinsip dasar yang ditanamkan dalam dunia pesantren adalah tathawwur-tajarrudi (berkembang secara gradual), tawasuth (moderat), tawazun (harmonis-seimbang), i'tidal (lurus) dan tasamuh (toleran) dengan berpijak pada nilai-nilai permusyawaratan dan keadilan dalam orientasi kemaslahatan umum. Setiap pesantren memiliki karakteristik tersendiri, walau unsur-unsurnya sama. Keragaman karakteristik ini merupakan kekuatan dan sekaligus keunikan. Unsur-unsur dasar yang membentuk lembaga pondok pesantren adalah kiai, masjid, asrama, santri dan kitab kuning. Kiai menempati posisi sentral dalam lingkungan pesantren, karena ia bisa sebagai pemilik, pengelola, dan pengajar, serta imam pada acara-acara keagamaan yang diselenggarakan. Unsur lainnya (masjid, asrama, santri dan kitab kuning) bersifat subsider, di bawah kendali kiai. Dengan unsur-unsur yang dimilikinya, pondok pesantren telah menjadi pusat pembelajaran (training centre) dan pusat kebudayaan (cultural centre).

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: