Puluhan Pesantren Jateng Ikuti Pelatihan Pendidikan Diniyah Formal

Solo,
Sekitar 40 perwakilan pesantren di Jawa Tengah mengikuti kegiatan pelatihan peningkatan mutu tenaga pendidik dan tenaga kependidikan diniyah formal yang diselenggarakan Bidang Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng, Ahad-Selasa (6-8/3).

Menurut salah satu panitia pelaksana dari Kanwil Kemenag Jateng, Nur Khozin, pelatihan di salah satu hotel di Kota Solo ini dimaksudkan untuk mendorong berdirinya rintisan Pendidikan Diniyah Formal (PDF) di pesantren.

Ayo Mondok Keren - Copy“Untuk saat ini baru ada dua pesantren yang memiliki PDF, yakni APIK Kaliwungu Kendal dan Al-Mubarok Manggisan Wonosobo,” terang Nur Khozin, saat ditemui NU Online di sela acara, Senin (7/3).

PDF sendiri merupakan layanan pendidikan berkelanjutan yang bersifat formal, yang diselenggarakan oleh dan berada di pondok pesantren dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, panitia kegiatan menghadirkan beberapa narasumber antara lain Abdullah Faishol (Dosen IAIN Surakarta/Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo), Muhtasit (Kemenag), Abu Khoir (Dosen IAIN Surakarta/ RMINU Jateng).

Para peserta pelatihan mendapatkan berbagai materi antara lain penyusunan perangkat pembelajaran dan administrasi, serta standar kurikulum dan pembelajaran dalam rangka kaderisasi ulama.

Salah satu peserta, Anas, dari Pesantren Nurul Falah Tegalrandu Srumbung Magelang menuturkan, dengan mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat lebih memperjelas aturan dan cara pelaksanaan PDF di pesantren. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online.

Author: RMI Jateng

Rabithah al-Ma'ahid al-lslamiyyah (RMI) adalah lembaga NahdIatuI Ulama dengan basis utama pondok pesantren yang mencapai + 14.000 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah santri rata-rata 7.000.000 jiwa. Lembaga ini lahir sejak 20 Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Ma'ahid al-lslamiyah yang dibidani oleh KH. Achmad Syaichu dan KH. Idham Kholid. Anggaran Rumah Tangga NahdIatuI Ulama 2010 Bab V Pasal 18 huruf c menyebutkan bahwa Rabithah Ma'ahid lslamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan NahdIatuI Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Di sinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk negeri. Rabithah Ma'ahid Islamiyah NahdIatuI Ulama, berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu dan pengembangan masyarakat. Di dalam pondok pesantren pendidikan yang didapatkan bukan sebatas teori, namun juga praktik beragama. Pesantren merupakan tempat penanaman nilai-nilai moral yang mampu membentuk jatidiri manusia yang berbudi luhur, Pondok pesantren merupakan wadah para santri menimba ilmu pengetahuan (keagamaan) setiap hari selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan kyai. Prinsip-prinsip dasar yang ditanamkan dalam dunia pesantren adalah tathawwur-tajarrudi (berkembang secara gradual), tawasuth (moderat), tawazun (harmonis-seimbang), i'tidal (lurus) dan tasamuh (toleran) dengan berpijak pada nilai-nilai permusyawaratan dan keadilan dalam orientasi kemaslahatan umum. Setiap pesantren memiliki karakteristik tersendiri, walau unsur-unsurnya sama. Keragaman karakteristik ini merupakan kekuatan dan sekaligus keunikan. Unsur-unsur dasar yang membentuk lembaga pondok pesantren adalah kiai, masjid, asrama, santri dan kitab kuning. Kiai menempati posisi sentral dalam lingkungan pesantren, karena ia bisa sebagai pemilik, pengelola, dan pengajar, serta imam pada acara-acara keagamaan yang diselenggarakan. Unsur lainnya (masjid, asrama, santri dan kitab kuning) bersifat subsider, di bawah kendali kiai. Dengan unsur-unsur yang dimilikinya, pondok pesantren telah menjadi pusat pembelajaran (training centre) dan pusat kebudayaan (cultural centre).

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: