DR. KH. Zuhrul Anam, Lc: Ayo Mondok!

Kebumen (29/5), bertempat di pondok pesantren Khaudul Ulum Desa Penajung, Alian, Kebumen, pengurus menggelar khatmil kutub dan pengajian akbar. KH. Da’i Munif, pengasuh Khaudlul Ulum dalam sambutannya berterima kasih kepada wali santri, alumni dan hadirin yang sudah hadir dalam acara tersebut. “Nyuwun pandonganipun kagem para hadirin, semoga santri Khaudlul Ulum semakin terbuka hatinya sehingga kelak akan menjadi pemimpin yang adil.” pungkas beliau.

Sebagai pengisi mau’idzotul khasanah adalah DR. KH. Zuhrul Anam, Lc yang juga pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Leler, Banyumas menyerukan betapa eksisnya pondok pesantren sedari dulu sampai sekarang yang sukses mencetak pribadi manusia yang unggul tidak hanya pada keilmuan tetapi juga bersahaja.Paparan kesuksesan pondok pesantren dalam mengawal keilmuan dan kepribadian santri yang nantinya akan berkecimpung dengan masyarakat mengharuskan hadirin untuk fokus mendengarkan ceramah. Beliau menukilkan syarh kitab Al-Hikam karya Syekh Mahmud yang mengatakan bahwa: Jenis ilmu ada 2, yaitu ilmu yang tertuang pada lembaran dan ilmu yang tidak tertuang pada lembaran tetapi dapat dirasakan. Ilmu yang tertuang pada lembaran yang akan berhasil didapatkan dengan cara mengaji sementara ilmu yang tidak tertuang pada lembaran akan diperoleh dengan menemani secara aktif pada orang sholeh, yaitu Sang Kiai . “Keduanya ini hanya dapat diperoleh di pondok pesantren.” tegas Kiai Zuhrul.

Beliau melanjutkan pemaparan mengenai kisah ‘ulama dan aulia seperti Imam Madzahibul Arba’ah sampai kiai besar di Indonesia seperti Kiai Hamid, Pasuruan dan Syech Kholil, Bangkalan yang nampak membuat hadirin, utamanya santri semakin hanyut mendengarkan. Wacana yang nampaknya baru didengar oleh telinga hadirin. Karena memang buku dan kitab bacaan Kyai Zuhrul Anam cukup memadai.

Beliau pun mengaku memiliki banyak buku asli mengenai aliran Islam. Sehingga melanjutkan pembicaraan pada pentingnya memperkokoh pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Saat ini sudah marak gerakan Wahabiah dan Liberaliyah di Indonesia. Salah satu gerakan Wahabi yang menyatakan perang sengit kepada Ahli Thoriqoh, dan Ahli Thoriqoh dinyatakan sebagai ruh dari Yahudi dan Nasroni. ”Nah, sudah menjadi keharusan bahwa pondok pesantren harus tetap eksis dan mengawal dan memperkuat pemahaman Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (Aswaja) supaya siap dalam segala tekanan. Mudah-mudahan Indonesia dijaga oleh Allah SWT. Amin.” pungkas beliau usai memaparkan ngerinya gerakan wahabi dan kaum liberal. Acara yang dihadiri oleh ribuan jama’ah kemudian ditutup dengan do’a oleh KH. Badrudin Zein. (Muchsin Rivangi/Zulfa)

Author: Kares Kedu

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: