Pentingnya Wawasan Kebangsaan Di Pesantren

KEBUMEN “Beramal karena manusia itu ria, tidak beramal karena manusia juga ria” tutur KH. Amin Rasyid, B.A selaku pengasuh Pesantren Al-Istiqomah, Petanahan dalam sambutan atas terselenggaranya rutinan silaturahim pengurus cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama Kebumen dan Dandim 0709/Kebumen pertengahan bulan ini. Beliau juga mengaku bahagia kehadiran tamu-tamu aktivis NU Kebumen karena jadi ingat perjuangan saat masih berproses di Ikatan Pelajar NU-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia-Menwa dahulu.

Sebagai perwakilan Dandim 0709/Kebumen, Mayor Arm Edy Supardjo menyampaikan salam dari Dandim 0709/Kebumen kepada yang hadir dalam acara karena menghadiri rapat Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKKPI) di Magelang. Beliau mengaku salut dengan pendidikan yang diterapkan oleh KH. Amin Rasyid, B.A terhadap putra-putranya yang tidak hanya mengenyam pendidikan di pesantren, tetapi juga dalam pendidikan formal, bahkan sampai di luar negeri. “Saya salut dengan KH. Amin Rasyid, putra beliau semuanya santri dan sarjana, bahkan ada yang alumnus Al-Azhar, Kairo,” ungkap Edy yang mengisi materi wawasan kebangsaan untuk menangkal radikalisme.

KH. Amin Rasyid, B.A Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Tanjungsari, Petanahan memberikan sambutan pada silaturahim pengurus cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama Kebumen dan Dandim 0709/Kebumen (pertengahan Februari)

KH. Amin Rasyid, B.A Pengasuh Pondok Pesantren Al-Istiqomah, Tanjungsari, Petanahan memberikan sambutan pada silaturahim pengurus cabang Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama Kebumen dan Dandim 0709/Kebumen (pertengahan Februari)

Diantara tujuan pentingnya memiliki wawasan kebangsaan, yaitu memberikan kemampuan awal bela negara, sehat jasmani dan rohani, sadar sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memahami arti pembangunan bangsa, penuh jiwa pengabdian, ulet dan pantang menyerah, disiplin tinggi dalam menuntut ilmu pengetahuan dan teknologi, sopan santun menghadapi orang lain.

Edy mengajak peserta acara untuk merefleksikan apa yang terjadi di sekitar tempat tinggal kita. Sorotan terhadap apa yang kini terjadi dalam kondisi geografi, demografi, sosial, budaya, ideologi, ekonomi, politik, dan pertahanan & keamanan menjadi kupasan yang luar biasa. Dengan kata lain beliau mengajak peserta untuk meningkatkan kualitas cintanya terhadap Indonesia demi Indonesia yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Edy menawarkan solusi yang kiranya dapat diterapkan bagi problema yang berjubel itu. Tindakan yang niscayanya dilakukan antara lain, melestarikan atau membentuk organisasi yang targetnya jelas sehingga tujuan hidup terarah. Reorganisasi pun menjadi hal yang musti dilakukan supaya pengkaderan di organisasi berjalan baik. Kedua, membina kemampuan dan kekuatan, lingkungan untuk membantu program pemerintah dalam upaya mensejahterakan bangsa. Jaringan informasi pun harus diperkuat supaya terjalin keharmonisan dalam mencapai cita-cita bangsa. Ketiga, kemudian secara individu dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kinerja, memiliki tanggung jawab penuh, menjadi pribadi yang responsif dan analisis terhadap masalah yang sedang dihadapi sehingga dapat dengan kepala dingin dalam mencari solusi.

Menjelang pungkas pemaparan, beliau juga mengajak peserta yang terdiri dari santri dan siswa ini untuk terus memompa semangat dengan mengenalkan prestasi anak bangsa yang berhasil di kancah internasional. Jajaran nama seperti Chris John, Prof. Nelson Tansu, Ph. D, Prof. Johny Setiawan, Achmad Rofik, Himawan Wicaksono dan Chris Lesmana disebutkan. Mereka telah berprestasi dan berhasil mengibarkan bendera merah putih di negara lain.

Silaturahim ini dihadiri oleh danramil, camat Petanahan, pengurus cabang Anshor Kebumen, pengurus anak cabang Anshor Petanahan, asatidz dan guru juga diselingi dengan dialog antara peserta dan pemateri seusai pemaparan materi. Ada tiga sesi dialog dengan masing-masing sesi diisi oleh tiga penanya. Dialog semakin hangat ketika santri PP. Al-Istiqomah yaitu kang Akhsan Fahmi menanyakan tentang Islamic State of Iraq and Syiria. Jawaban yang diberikan pemateri pun nampak memuaskan penanya secara khusus dan seluruh peserta pada umumnya.

Acara diakhiri dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh kyai Hakim Musaffa Syatibi selaku Ketua PC RMI NU Kebumen. (Muchsin Rivangi/Zulfa)

Author: Kares Kedu

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: