KH Ahmad Baidlowi Syamsuri Grobogan Tutup Usia

Innalillahi Wainnailiaihi Rajiun. Kabar duka datang dari Grobogan Jawa Tengah. Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, Tanggungharjo, Grobogan KH Ahmad Baidlowi Syamsuri, berpulang ke rahmatullah, Kamis (23/10) pagi. Pemakamannya direncanakan pada sore ini.

Kiai Baidlowi yang lahir di Grobogan pada 2 Juli 1948, merupakan figur yang pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriyyah PCNU Grobogan dan Ketua RMI (Robithoh Ma’had Islam) PWNU Jawa Tengah.

K.H Drs Ahmad Baidlowi Syamsuri Lc H

K.H Drs Ahmad Baidlowi Syamsuri Lc H

Sebelum menggantikan ayahnya, KH Syamsuri Dahlan, Kiai Baidlowi muda pernah nyantri di Futuhiyyah Mranggen dan Al-Muayyad Mangkuyudan Solo. Kiai Baidlowi juga pernah berguru kepada Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliki dan Syaikh Yasin Al-Fadani.

Salah satu muridnya di Al-Muayyad, KH M Dian Nafi’ yang kini menjadi Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng mengisahkan pengalamannya ketika Kiai Baidlowi ditugaskan sebagai lurah di pesantren Al-Muayyad pada kurun waktu 1972-1976.

“Beliau terkenal sebagai pribadi bijaksana. Semua kelompok minat santri jadi giat mengadakan aneka kegiatan,” ungkapnya.

Kiai Dian menambahkan, sepulang dari Universitas Madinah Kiai Baidlowi mengajar Tarqiyatul Lughah al-‘Arabiyyah dan Ushul Fiqh di MA Al-Muayyad. “Dua mata pelajaran itu diakui para murid sebagai suatu hal yang sangat penting dalam membentuk pola pikir,” ujarnya.

Selamat jalan pak Kiai. Semoga senantiasa diberikan rahmat dan ampunan Allah swt. Amin. Lahul Fatihah! (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

 

Sumber: NU Online.

Author: RMI Jateng

Rabithah al-Ma'ahid al-lslamiyyah (RMI) adalah lembaga NahdIatuI Ulama dengan basis utama pondok pesantren yang mencapai + 14.000 buah di seluruh Indonesia dengan jumlah santri rata-rata 7.000.000 jiwa. Lembaga ini lahir sejak 20 Mei 1954 dengan nama Ittihad al-Ma'ahid al-lslamiyah yang dibidani oleh KH. Achmad Syaichu dan KH. Idham Kholid. Anggaran Rumah Tangga NahdIatuI Ulama 2010 Bab V Pasal 18 huruf c menyebutkan bahwa Rabithah Ma'ahid lslamiyah adalah lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan NahdIatuI Ulama di bidang pengembangan pondok pesantren dan pendidikan keagamaan. Di sinilah RMI berfungsi sebagai katalisator, dinamisator, dan fasilitator bagi pondok pesantren menuju tradisi mandiri dalam orientasi menggali solusi-solusi kreatif untuk negeri. Rabithah Ma'ahid Islamiyah NahdIatuI Ulama, berpijak pada upaya pengembangan kapasitas lembaga, penyiapan kader-kader bangsa yang bermutu dan pengembangan masyarakat. Di dalam pondok pesantren pendidikan yang didapatkan bukan sebatas teori, namun juga praktik beragama. Pesantren merupakan tempat penanaman nilai-nilai moral yang mampu membentuk jatidiri manusia yang berbudi luhur, Pondok pesantren merupakan wadah para santri menimba ilmu pengetahuan (keagamaan) setiap hari selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan kyai. Prinsip-prinsip dasar yang ditanamkan dalam dunia pesantren adalah tathawwur-tajarrudi (berkembang secara gradual), tawasuth (moderat), tawazun (harmonis-seimbang), i'tidal (lurus) dan tasamuh (toleran) dengan berpijak pada nilai-nilai permusyawaratan dan keadilan dalam orientasi kemaslahatan umum. Setiap pesantren memiliki karakteristik tersendiri, walau unsur-unsurnya sama. Keragaman karakteristik ini merupakan kekuatan dan sekaligus keunikan. Unsur-unsur dasar yang membentuk lembaga pondok pesantren adalah kiai, masjid, asrama, santri dan kitab kuning. Kiai menempati posisi sentral dalam lingkungan pesantren, karena ia bisa sebagai pemilik, pengelola, dan pengajar, serta imam pada acara-acara keagamaan yang diselenggarakan. Unsur lainnya (masjid, asrama, santri dan kitab kuning) bersifat subsider, di bawah kendali kiai. Dengan unsur-unsur yang dimilikinya, pondok pesantren telah menjadi pusat pembelajaran (training centre) dan pusat kebudayaan (cultural centre).

Share This Post On

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: